Sabtu, 10 Mei 2014



Seperti biasa Rudi, kepala cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Imron, putra pertamanya yang baru duduk di kelas dua SD yang membukakan pintu. Ia nampaknya sudah menunggu cukup lama.
“Kok, belum tidur?” sapa Rudi sambil mencium anaknya.
Biasanya, Imron memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.
Sambil membuntuti sang ayah menuju ruang keluarga, Imron menjawab, “Aku nunggu Ayah pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Ayah?”
“Lho, tumben, kok nanya gaji Ayah? Mau minta uang lagi, ya?”
“Ah, enggak. Pengen tahu aja.”
“Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Ayah bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp 400.000,-. Dan setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja, Jadi, gaji Ayah dalam satu bulan berapa, hayo?”
Imron berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara ayahnya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Rudi beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Imron berlari mengikutinya.
“Kalau satu hari ayah dibayar Rp 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam ayah digaji Rp 40.000,- dong,” katanya.
“Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, bobok,” perintah Rudi.
Tetapi Imron tak beranjak.
Sambil menyaksikan ayahnya berganti pakaian, Imron kembali bertanya, “Ayah, aku boleh pinjam uang Rp 5.000,- nggak?”
“Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini? Ayah capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah.”
“Tapi, Ayah…” Kesabaran Rudi habis.
“Ayah bilang tidur!” hardiknya mengejutkan Imron.
Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya. Usai mandi, Rudi nampak menyesali hardikannya, Ia pun menengok Imron di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Imron didapatinya sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp 15.000,- di tangannya.
Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Rudi berkata, “Maafkan Ayah, Nak. Ayah sayang sama Imron. Buat apa sih minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok’ kan bisa. Jangankan Rp 5.000 ,- lebih dari itu pun ayah kasih.”
“Ayah, aku nggak minta uang. Aku pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini.”
“Iya, iya, tapi buat apa?” tanya Rudi lembut.
“Aku menunggu Ayah dari jam 8. Aku mau ajak Ayah main ular tangga. Tiga puluh menit saja. Ibu sering bilang kalau waktu Ayah itu sangat berharga. Jadi, aku mau beli waktu ayah. Aku buka tabunganku, ada Rp 15.000,-. Tapi karena Ayah bilang satu jam Ayah dibayar Rp 40.000,-, maka setengah jam harus Rp 20.000,-. Duit tabunganku kurang Rp 5.000,-. Makanya aku mau pinjam dari Ayah,” kata Imron polos.
Rudi terdiam. Ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat.
Sumber : motivation-live.blogspot.com

Kamis, 10 April 2014

Katak Ingin Berjalan dengan Dua Kaki


Dalam kolam di lingkungan taman sebuah vihara, tinggallah sekumpulan katak. Salah satu katak itu gemar mendengarkan lantunan lagu-lagu do’a dari dalam vihara. Setiap pagi ia sengaja melompat ke tepi kolam dan memperhatikan para pengunjung yang sedang berdoa kepada Buddha.
Lama kelamaan katak itu ingin berdiri dan berjalan seperti para pengunjung yang setiap pagi memberi hormat dan berdo’a kepada sang Buddha. Sudah hampir satu bulan katak itu rajin berdo’a, memohon agar sang Buddha mengabulkan impiannya itu. Tiba-tiba muncul sekilat cahaya terang menerpa kakinya. Sungguh ajaib, sejak saat itu ia dapat berdiri diatas kedua kakinya.
Sang katak merasa sangat girang. Ia segera terjun kedalam kolam, tidak sabar ingin segera menunjukkan kehebatannya berdiri diatas dua kaki kepada katak-katak yang lain. Dengan banggaia menunjukkan kehebatannya, dan menda-patkan respon yang luar biasa dari katak yang lain.
Tetapi celakanya, pada saat yang sama tiba-tiba datang serangan dari seekor ular yang sedari tadi sudah bersiap menerkam sang katak. Sang katak berusaha kabur. Ia berlari dengan kedua kakinya, karena itu ia tidak dapat berlari kencang. Hampir saja ia dimangsa ular, bila tidak ditolong seorangpenjaga taman.
Setelah kejadian itu ia baru mengerti bahwa ia telah menghabiskan terlalu banyak waktu untuk mengagumi kemampuan manusia. Seharusnya waktu yang sangat berharga itu ia manfaatkan untuk mengasah kemampuannya. “Saya ingin melompat lebih jauh dan tinggi, dan menjadi katak pelompat yang paling hebat,” bisiknya dalam hati. Sejak saat itu ia sangat menghargai waktu dan potensinya, dengan terus meningkatkan kemampuan melompat serta menjalani kehidupan dengan lebih bersemangat dan percaya diri.

Pesan :
Kisah tersebut merupakan cerminan kehidupan kita, dimana sangat banyak orang yang mengagumi kelebihan orang lain, misalnya dalam hal fisik yang rupawan, prestasi yang cemerlang ataupun kemampuan lainnya. Sampai-sampai tidak sedikit diantara mereka rela meniru setiap gerak-gerik maupun penampilan orang-orang yang dikagumi. Mereka mengalami krisis identitas.
Padahal sebenarnya diri kita sendiri menyimpan kelebihan-kelebihan yang dapat menjadi kekaguman banyak orang. Mengapa kita tidak ingin membuat orang lain kagum terhadap segala kelebihan yang kita miliki? Jangan hanya mengagumi orang-orang yang telah berhasil itu, tetapi jadikan mereka sebagaiinspirasi untuk mengembangkan potensi besar yang kita miliki. “Untuk memahami hati dan pemikiran seseorang, jangan melihat apa yang telah mereka capai, tapi lihat apa yang mereka inspirasikan saat ini,” kata Kahlil Gibran.
Langkah pertama untuk menjadi kekaguman banyak orang adalah mengenali diri kita sendiri, dengan segala kelebihan dan kekurangan, dengan segala prestasi maupun kesalahan yang pernah kita perbuat. Kemudian ciptakan impian yang mampu menjadi daya dorong atau memicu semangat untuk berbuat sesuatu. Jack Kinder menyebutkan, “Prestasi yang tinggi selalu adalah hasil harapan dari yang tinggi.” Jadi jangan pernah takut untuk bermimpi.
Langkah selanjutnya adalah melakukan kebiasaan-kebiasaan yang mendekatkan diri kita terhadap impian yang kita tuju. Patahkan kebiasaan-kebiasaan buruk sedikit demi sedikit. Sebaliknya, budayakan kebiasaan-kebiasaan yang membangun dan mampu mengoptimalkan segala potensi yang kita miliki secara bertahap. Misalnya membiasakan diri bertindak disiplin, tepat waktu, berpikir dan bertindak positif dan lain sebagainya. Lambat laun kita akan terbiasa melakukan kegiatan yang konstruktif dan menciptakan prestasi. Karena pada dasarnya, “Tidak pernah ada kata terlambat untuk menjadi apapun yang kita inginkan,” kata George Elliot.

Penulis : Andrew Ho
sumber : Mettawira Mbu

Rabu, 05 Maret 2014

Usia dan Emosi Sehat Berpacaran


By. Julianto Simanjuntak ***
Kasus:
“Seorang Ibu kuatir banget anaknya yang masih duduk di dua SMP sudah pacaran. Asyik chatting hingga tengah malam. Telpon menghabiskan pulsa ratusan ribu. Pelajarannya merosot, dan makin suka membantah orangtua jika ditegur. Pacar menjadi segalanya. Sang Ibu stres, dan makin sering bertengkar dengan  putri satu-satunya ini”


Usia Matang Pacaran
Kapan sih baiknya seseorang berpacaran? Apa bahaya pacaran di usia dini? Apa manfaat pacaran di usia yang cukup matang?
Usia yang matang dan stabil bagi seorang pria umumnya 21 tahun dan wanita 19 tahun.  Saat itu Anda sedang memasuki remaja akhir. Jika pengasuhan ortu normal,  pada masa itu identitas diri  relatif sudah terbentuk.
Maka di usia itulah  dianggap aman untuk mulai PDKT  alias pendekatan. Jika sudah melakukan perkenalan yang akrab (persahabatan) selama 6 bulan hingga setahun maka kalau ada kecocokan maka bisa dilanjutkan ke masa pacaran. Artinya usia si pria menjelang 22 dan si perempuan 20. (dalam kasus tertentu bisa saja lebih muda, hanya butuh kematangan yang khusus agar tidak mengganggu)


Kematangan Relasi dan Akademis
Sebagian besar remaja pada usia belasan bermasalah dengan orangtua, ada kecenderungan melawan figur otoritas. Merasa sudah besar dan dapat menentukan sendiri, terutama soal pertemanan. Sebaiknya pada usia ini membangun relasi harmonis dengan orang tua, respek kepada ortu berdampak pada relasi Anda dengan teman khusus. Jangan sampai berpacaran sekedar melarikan diri dari lingkungan rumah yang tidak menyenangkan.
Akan  lebih baik  jika Anda yang ingin berpacaran sudah stabil dan matang tidak hanya emosi tapi juga dalam  studi. Kematangan akademis sangat penting dibangun selama usia sekolah/kuliah. Kalau  nilai belajar (IPK) dan kematangan akademis Anda bermasalah, maka sangatlah bijak menunda berpacaran agar bisa fokus untuk studi.
Mengapa? Jangan lupa panggilan anda sebagai seorang siswa/ mahasiswa adalah belajar. Nilai baik dari studi Anda merupakan persembahan yang baik untuk Tuhan, dan penghargaan yang tinggi untuk ortu.
Nilai yang baik juga  Sebagai dasar karir anda kelak.  Jika nilai IPK anda rendah bisa bermasalah saat mencari kerja atau melanjutkan kuliah ke jenjang lebih tinggi. Termasuk susah bila harus mencari bea siswa pasca sarjana.
Karir atau pekerjaan merupakan  fondasi kalian masuk dalam rumah nikah. Pekerjaan yang baik menghasilkan finansial yang sehat, keuangan yang baik dibutuhkan bagi perkawinan yang kuat.  Jadi semua ada korelasinya.


Pacaran Sehat
Namun jika ada masalah dengan perkembangan emosi saat Anda masih  kanak dan remaja, maka pacaran di usia 21 pun bisa bermasalah. Khususnya jika seseorang kurang kasih sayang orangtua, mengalami kekerasan dan sebagainya,  menyisakan kebutuhan tertentu. Meski usia  21 atau 25 secara biologis tapi “usia emosi” orang tersebut masih kanak kanak.
Kondisi (hati)  orang tersebur  penulis umpamakan Gelas cintanya.  Karena  kurang kasih ortu, lalu dia  mencari kasih sayang itu dari pacar. Akibatnya  cenderung minta perhatian berlebih, hingga  mudah cemburu buta dsb. Cintanya laksana spon yang terus menghisap tak habis-habisnya.
Orang yang dibesarkan kurang kasih sayang kadang menimbulkan sifat obsesif. Ada Perasaan yang terlalu memiliki pacar, seolah sudah menjadi istri/suaminya. Nah akibatnya sang pacar merasa terkekang, tidak tahan lalu minta  putus.
Ironisnya ialah jika sudah terjadi hubungan emosi mendalam. Timbul trauma. Apalagi jika ada hubungan fisik mendalam selama pacaran. Ini  sangat merugikan baik pria maupun wanita.
Kerugiannya:  Bagi pria jadi kepingin melakukan hal yang sama dengan pacar baru (sudah tahu enaknya), dan suka membandingkan. Sedangkan si  wanita merasa diri kurang berharga dan takut ketahuan pacar baru. Lingkaran setan mulai terbentuk.
Pacaran sehat  membutuhkan kedewasaan emosi. Cirinya antara lain ada penguasaan diri yang baik, mampu berempati, tidak mementingkan diri dan cakap mengelola emosi negatif. Dsamping itu  cakap memotivasi diri sendiri, trampil mengelola konflik dan mudah minta maaf serta menghargai pasangan. Sadar bahwa hubungan ini masih tahap pacaran, dan membatasi  intimasi fisik.


Penutup
Untuk masa depan yang cerah fokuslah pada studi anda. Menimba ilmu, menambah skil dan mengembangkan bakat sebaik baiknya. Namun Jika dengan berpacaran hal itu tidak terganggu dan malah meningkat, silahkan.
Sebelum mulai pacaran, usahakan memiliki pergaulan luas dengan lawan jenis. Pengenalan anda yang memadai  dengan lawan jenis, membuat lebih mudah memahami pacar anda.
Pastikan studi dan fondasi karir anda sudah siap dengan baik, baru serius membangun relasi. Jika karena pacaran nilai anda hancur, belajar tidak konsen, hubungan dengan ortu rusak, maka cobalah evaluasi lagi.
Ini sekedar berbagi (opini), silahkan melengkapi. Semoga  bermanfaat, thx untuk vote dan komen
Bang JS


sumber: Julianto Simanjuntak

Jumat, 07 Juni 2013

Hasilnya ini dia

Marketland Cheat Cash Hack. If you want to get a lot of cash and free in the game Marketland (facebook game), use this Marketland Cheat Cash Hack to get free cash. Marketland Cheat Cash is very easy to follow and is also a tool used only Cheat Engine 6.2 (must Cheat Engine 6.2 or latest).

Marketland Cheat Cash Tools :

Marketland Hack Cash Steps :
  1. Start CheatEngine 6.2
  2. Start MarketLand game
  3. Select Flashplayerplugin process
  4. Download the .CT
  5. Toggle the script
  6. Purchase something or sell
  7. Disable, and quit the shop bar or whatever
Coins Hack


Go to Cafeland on facebook
Open Cheat Engine
Click mini cpu icon at the top left of cheat engine or the small box under file tab Select -plugin_container.exe(firefox) or 2nd FlashPlayerPlugin_11.exe |Google Chrome
Value type from '4 bytes' to 'Double'
Scan "1"
Go to File and click 'Add scan tab'
Scan 2: Value type from '4 bytes' to 'Array of Bytes'
Scan '00 00 00 00 00 00 00 40 00 00 00 00 00 00 F0 3F 00 00 00 00 00 00 F0 3F 00 00 00 00 00 00 F0 3F 00 00 00 00 00 58 BB 40 00 00 00 00 00 00 34 40'
Double click the result or click the 1st address, hold shift and then click the last address, click the red arrow
Change all the values to '00 00 00 00 00 00 00 40 00 00 00 00 00 00 F0 3F 00 00 00 00 00 00 59 40 00 00 00 00 00 00 F0 3F 00 00 00 00 00 58 BB 40 00 00 00 00 00 00 34 40' (Select 1 address below. Hold Ctrl +A and then hit Enter key)
Go back to Scan 1:
Next scan: 100 and then the value to 999999
After doing that, every time a customer leaves you a tip on the table and you click it, you will get tons of coins depending on what you changed the value of it to.
HAVE FUN!



Steps: Exp hack
F
Value type: Array of bytes
New Scan:

24 40 00 00 00 00 00 00 F0 3F 00 00 00 00 00 00 00 40 00 00

replace:

FF 40 00 00 00 00 00 FF FF 40 00 00 00 00 00 00 00 40 00 00

You will level up every time you clean a stove.

Kadar cheat

Log into 8 Ball Pool
Open Cheat Engine
In cheat engine, select process "FlashPlayerPlugin" for mozilla in win 7, "plugin-container.exe" for mozzila in win xp.
Change value type to "Array of byte"
Scan this code : 24 0A 2A D2 A2 A0 A2 A0 24 0A A1
Then change value to : 24 0A 2A D2 A2 A0 A2 A0 24 0A A2

Sumber : http://gamebloginf.blogspot.com/2013/03/8-ball-pool-cheat-target-line-hack-new.html#ixzz2Smt5HEr1